Vivian Maier: Street Photographer (John Maloof)



Penemuan anumerta koleksi foto jalanan milik Vivian Maier adalah sebuah cerita penting dalam sejarah fotografi. Terbilang istimewa bukan hanya karena foto-fotonya baru terungkap setelah pemotretnya wafat, namun juga karena sosok unik sang fotografer.

Vivian Maier (1926-2009) bekerja sebagai pengasuh anak di Chicago. Dia memanfaatkan waktu senggangnya untuk memotret. Objek yang menarik perhatiannya adalah adegan-adegan keseharian yang ditemukannya di jalanan barat daya kota Chicago. Bukan hanya orang, Vivian Maier juga menaruh perhatian pada detail-detail tak bergerak sepanjang pelataran kota.

Dia memotret dari tahun 1950-an sampai akhir 1990-an. Tapi sepanjang hidupnya, dia tak pernah mencuci film jepretan kameranya. Dia tak pernah melihat (dan memperlihatkan) hasil jepretannya kepada siapa pun. DIa memotret hanya untuk kesenangan sendiri. Semua gulungan filmnya hanya disimpan. Jumlah film negatif yang dihasilkannya mencapai lebih dari 100,000 lembar.

Tumpukan koleksi  film itu akhirnya ditemukan oleh seorang penulis bernama John Maloof dalam lelang furnitur dan barang antik di Chicago pada 2007.  Barang-barang milik Vivian dilelang karena dia tidak lagi mampu membayar biaya sewa loker tempat penyimpanannya. John Maloof memperoleh lebih dari 100.000 film negatif Vivian, sekitar 20 hingga 30 ribu negatif masih dalam gulungan. Perlahan-lahan John mulai mencuci film-film itu, dan takjub dengan apa yang ditemukannya.

Foto-foto Vivian Maier menunjukkan dirinya seorang fotografer berbakat yang peka pada detail, cahaya, komposisi dan timing. Rekaman jalanan Amerika oleh Vivian Maier dapat diperbandingkan dengan karya-karya fotografer terkenal era yang sama seperti Diane Arbus, Andre Kertesz, dan Walker Evans. Bedanya, tak seorang pun pernah mengenal karyanya semasa dia masih hidup.

Buku terbitan 2011 ini adalah satu dari tiga buku John Maloof tentang Vivian Maier. Memuat koleksi foto hitam-putihnya dari tahun 1950 hingga 1960-an, buku ini diposisikan sebagai pengantar untuk mencicipi street photography Vivian Maier. Dua buku lainnya Vivian Maier: A Photographer Found memuat sekitar 250 foto hitam-putih dan berwarna dari masa yang lebih belakangan, dan Vivian Maier: Self Portraits menampilkan sekitar 60 foto dirinya yang kebanyakan adalah refleksi cermin.

Bagi saya, pelajaran yang dapat diambil dari Vivian Maier adalah soal ketekunan tanpa pamrih.  Dia memotret tanpa peduli soal publikasi atau apresiasi siapa pun--sebuah sikap yang terasa aneh di era sosmed di mana orang terbiasa membagikan foto secara seketika.

Ratusan ribu fotonya kini dipamerkan berkeliling di berbagai kota di dunia. Saya berharap bisa menghadiri salah satu pamerannya. Dan setelah buku ini, yang paling ingin saya lihat adalah foto-foto yang diambilnya dalam kunjungan di India dan Mesir, serta foto-foto  berwarnanya.[]

Vivian Maier: Street Photographer
by Vivian Maier, John Maloof (Editor), Geoff Dyer (Introduction)
Hardcover, 136 pages
Published November 16th 2011 by powerHouse Books (first published 2011)
ISBN 1576875776 (ISBN13: 9781576875773)
Language English





Pemberontakan seorang "Freelance Monotheist"

Through the Narrow Gate
biografi Karen Armstrong yang pertama

Para pemuka Katolik Roma di Inggris mungkin butuh waktu lama untuk bisa memaafkan Karen Armstrong. Tiga belas tahun setelah meninggalkan biara Holy Child Jesus, Karen yang kini terkenal sebagai komentator masalah-masalah agama di Eropa dan Amerika menulis dua otobiografi yang dengan sangat tajam mengkritik kehidupan religius di sana.

Kedua otobiogafi itu -- Through the Narrow Gate (1981) dan Beginning the World (1983) -- disebut-sebut sebagai catatan yang paling blak-blakan tentang kehidupan serba ketat di biara. Lewat kedua buku itu, mantan biarawati ini seperti menelanjangi sesuatu yang sudah lama disembunyikan di balik keengganan mengusik lembaga keagamaan yang sudah mapan.

Untold: The Stories Behind the Photographs (Steve McCurry)


Label-label megah seperti "ikonik" dan "legendaris" kerap dilekatkan pada fotografer satu ini. Potret gadis Afghan yang menghiasi sampul majalah National Geographic edisi Juni 1985 membuat namanya masyhur ke seluruh dunia. Namun belakangan saya sering mendengar komentar bahwa Steve McCurry sudah melewati puncak kariernya. Tidak ada lagi foto-foto baru dengan level melebihi yang pernah dia capai sebelumya. 

Buku-buku terakhirnya  adalah daur ulang foto-foto lama dikemas dalam tema baru. Apalagi sejak kasus dugaan manipulasi foto yang pernah menimpanya. Dia seperti meluncur turun. Kabar-kabar ini membuat saya makin ingin tahu dan mengenal lebih baik fotografer asal Amerika ini. Buku Steve McCurry Untold ini adalah bacaan yang tepat untuk menjawab rasa penasaran itu.

Buku setebal hampir 300 halaman ini merentang 30 tahun karier McCurry, menampilkan memorabilia dari perjalanannya: catatan diari, potongan tiket, penyamaran, foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, termasuk beberapa foto saat dia sedang bekerja, dan sekitar 20 buku paspor yang telah dihabiskannya dalam sekian tahun itu. 

Dalam buku ini termuat cerita di balik 14 penugasan terpenting yang pernah dijalani McCurry, mulai dari yang paling awal di Afghanistan pada 1979, hingga penugasan terbarunya di Vietnam pada 2007 untuk tema HIV/AIDS. 

Dalam sebuah wawancara Steve McCurry mengatakan yang palling mengesankan baginya dari 14 penugasan itu adalah Monsoon, perjalanannya untuk memotret selama musim hujan di anak benua pada 1983. 

Tema ini pertama kali memikat hatinya pada 1961, ketika dalam usia 11 tahun, dia melihat foto kondisi ekstrem musim hujan di India yang dipotret oleh Brian Brake untuk majalah LIFE. Sebuah kebetulan tak terduga bahwa dua puluh tahun kemudian dia akan melakukan peliputan yang sama. 

Bagi saya sendiri yang paling menarik di antara 14 cerita itu adalah liputan yang dilakukan Steve atas transportasi kereta di India. Bukan sekadar karena gambar-gambar menarik dengan komposisi yang indah, jukstaposisi gestur, dan  keselarasan warna-warna yang menjadi kekhasannya, tapi juga dedikasi yang ditunjukkan McCurry dalam melakukan persiapan mendetail dan pengamatan yang akurat atas subjek di hadapannya. 

Keterlibatan intens McCurry dalam meliput konflik di Afghanistan sejak awal perkembangannya pada 1979 membuat biografi kariernya mampu merangkum keadaan geopolitik di area itu. Dengan demikian buku ini dapat terbaca seperti sebuah biografi sekaligus kronologi. Sungguh sumber inspirasi yang sangat kaya bagi penikmat perjalanan maupun penikmat fotografi.



Untold: The Stories Behind the Photographs
by Steve McCurry
Format: Hardback
Size: 345 x 245 mm (13 5/8 x 9 5/8 in)
Pages: 264 pp
Illustrations: 500 illustrations
ISBN: 9780714864624