Sunday, 8 April 2012

Dari Gathering Blogger-Mizan 2012


Tiga puluh enam blogger dari berbagai wilayah berkumpul di Black and White Hall, The Amaroossa Hotel, Bandung pada hari Sabtu lalu (7/4) dalam acara Gathering Blogger-Mizan 2012. Sungguh sebuah kesempatan sangat menyenangkan bertemu dengan para blogger aktif yang semuanya begitu fasih dan giat memanfaatkan blog dan sosial-media untuk menyebarkan ide, pikiran dan kepedulian mereka.


Di antara hadirin ada blogger Bukik Setiawan, Gie Wahyudi, Isnuansa, Alamendah, blogger kuliner  Indriyatno, Ade Sri Purwaningsih dari goodybake.com, blogger dunia pendidikan Anna Farida, blogger traveling Indra Prasetya, blogger dari Bali Anton Nawalapatra, dan Helda Sihombing, blogger psikolog remaja dari Medan. Blogger termuda yang hadir dalam acara yang didukung oleh Indosat ini adalah Mutia, pemilik blog http://mutiahanism.blogspot.com/ yang blognya akan segera dibukukan Mizan.

Kita tahu betapa blog kini telah tumbuh menjadi media dengan kekuatan tersendiri. Jangkauan pengaruhnya berbeda dari media cetak dan audio-visual tradisional. Tak heran jika pemilik blog yang banyak pengunjungnya menjadi sosok populer dan terkenal di dunia maya maupun nyata, apalagi jika blog tersebut telah diterbitkan dalam bentuk buku dan meraih peringkat best-seller.

Hal semacam itulah yang dialami oleh salah seorang narasumber pada acara Gatherhing Blogger Mizan yang pertama ini, Muhammad Assad, pemiliki blog muhammadassad.wordpress.com. Assad mengaku mulai menulis blog untuk mengusir sepi saat mengawali studinya di Qatar. Dia mencoba rutin mengisi blognya setiap Jumat dan perlahan-lahan mendapat banyak tanggapan dan komentar dari pembacanya. 

Bukunya yang berjudul Notes From Qatar diangkat dari tulisan-tulisannya di blog ini dan kini telah mengalami cetak ulang sepuluh kali.  Assad membagi pengalamannya kepada para blogger melalui presentasi berjudul Blogpreneurship.

Di antara hal yang disarankan Assad adalah agar penulis blog memilih satu topik atau tema yang menjadi fokus di blognya sehingga dia menjadi rujukan utama setiap kali orang mencari informasi tentang topik atau tema tersebut. Kemudian, jadikan blog itu SEO-friendly, gunakan beberapa kata kunci secara berulang di dalam judul dan badan tulisan agar mudah ditemukan oleh mesin pencari.

Sesi kedua menampilkan Pidi Baiq, penulis buku serial Drunken Monster. Berbeda dengan Assad yang dengan serius  membahas hal-hal teknis penulisan blog,  tips dan trik untuk meraih popularitas di dunia maya, Pidi Baiq  seperti antitesis dari semua itu. Dipandu oleh Daan Aria dari P Project, hadirin  diajak tergelak tawa mengikuti uraian kocak Pidi. Kalimat-kalimatnya penuh petuah yang muncul seperti spontan tanpa pikir namun bernas.

Hadirin Gathering Blogger Mizan dihibur dengan penampilan gitar oleh Peter A.W mengiringi lantunan suara Roni, dan tiga lagu The Panas Dalam dibawakan oleh Pidi Baiq di akhir sesi kedua. Sebagai hadiah doorprize, Indosat bagi-bagi hadiah tiket terusan Studio Trans TV dan merchandise yang menarik.

Sebuah acara yang hangat dan penuh keakraban. Banyak peserta yang mengharapkan kegiatan seperti ini diadakan lagi secara periodik, menjadi agenda reguler dari Penerbit Mizan untuk bertemu dengan para blogger. Semoga Indosat tetap memberi dukungan untuk kegiatan ini selanjutnya.**


==
- Baca jejak reportase live tweet acara ini di Twitter dengan hashtag #GatheringBloggerMizan https://twitter.com/#!/search/realtime/%23GatheringBloggerMizan


- Peserta Gathering Blogger Mizan silakan bergabung di grup fb Komunitas Blogger Mizan
http://t.co/SZaOeH17 untuk tetap menjalin komunikasi dan menjaga silaturahmi yang telah terbentuk.